Evakuasi Korban Di Yahukimo Diwarnai Kontak Tembak, TNI Ungkap Kronologi Di Balik Operasi

- Admin

Kamis, 23 Juli 2026 - 21:46 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mayjen TNI Yudha Airlangga bersama anggotanya saat memberitahu keterangan pers.

Mayjen TNI Yudha Airlangga bersama anggotanya saat memberitahu keterangan pers.

Timika, mimbarpapua.com – TNI mengungkap kronologi evakuasi korban dugaan aksi kekerasan yang dilakukan Kelompok Separatis Organisasi Papua Merdeka (OPM) di kawasan Seradala, Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.

Operasi tersebut berlangsung di tengah medan yang berat dan sempat diwarnai baku tembak dengan kelompok bersenjata.

Panglima Komando Operasi TNI Habema, Mayjen TNI Yudha Airlangga, menjelaskan tim Satgas Habema memulai pencarian dengan menelusuri jejak darah yang ditemukan di sekitar lokasi kejadian. Penelusuran itu kemudian mengantarkan personel ke lokasi para korban.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, sekitar pukul 11.40 WIT, tim yang sedang melaksanakan evakuasi mendapat serangan dari kelompok bersenjata yang diduga telah menunggu kedatangan aparat.

Meski demikian, situasi berhasil dikendalikan sehingga proses evakuasi dapat terus dilanjutkan.

“Dari awal kami menemukan jejak darah, lalu melakukan penelusuran. Saat itu terjadi kontak tembak, tetapi personel mampu mengantisipasi situasi sehingga misi evakuasi tetap berjalan,” kata Yudha dalam konferensi pers di Mimika, Kamis (23/7/2026) sore.

TNI mengidentifikasi dua korban sebagai pasangan suami istri, yakni Yentinus Kogoya alias Kumis Kogoya dan Pam Wendakwe. Sementara satu korban lainnya merupakan seorang perempuan dari Suku Unaukam yang identitasnya masih didalami.

Yudha menyebut kondisi jenazah saat ditemukan sangat memprihatinkan. Seluruh korban kemudian dievakuasi ke RSUD Dekai sekitar pukul 14.30 WIT untuk menjalani visum sebelum diserahkan kepada pihak berwenang.

Ia juga menyampaikan bahwa Bupati Yahukimo, Didimus Yahuli, turut memantau langsung jalannya proses evakuasi.

Menanggapi isu yang beredar, Mayjen Yudha membantah tudingan bahwa korban merupakan bagian dari intelijen TNI. Menurutnya, kehadiran TNI di wilayah tersebut semata-mata untuk menjamin keamanan masyarakat dan membantu proses penanganan korban.(*)

Berita Terkait

Program Polisi Menyapa Jadi Sarana Edukasi Hukum Polda Papua Kepada Masyarakat
Polres Mimika Gelar Strong Point Pagi, Wakapolres Turun Langsung Atur Lalu Lintas
Pastikan BBM Tepat Sasaran, Bhabinkamtibmas Dan Disperindag Turun Ke SPBU
Propam Polres Mimika Ingatkan Personel Pentingnya Disiplin Dan Kerapian
Saat Jam Belajar, 27 Pelajar Malah Nongkrong, Dan Yang Lain Kedapatan Main Judi Slot
Aktivitas Pendulangan Di Tanggul Barat Ditertibkan, Tujuh Camp Dibongkar
Pastikan Kamtibmas Kondusif, Personel Gabungan Lakukan Patroli Skala Besar
Polres Mimika Wanti-Wanti Bahaya Petasan Rakitan, Orang Tua Diminta Lebih Awasi Anak

Berita Terkait

Kamis, 22 Oktober 2026 - 19:05 WIT

Program Polisi Menyapa Jadi Sarana Edukasi Hukum Polda Papua Kepada Masyarakat

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:59 WIT

Polres Mimika Gelar Strong Point Pagi, Wakapolres Turun Langsung Atur Lalu Lintas

Kamis, 22 Oktober 2026 - 18:50 WIT

Pastikan BBM Tepat Sasaran, Bhabinkamtibmas Dan Disperindag Turun Ke SPBU

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:07 WIT

Propam Polres Mimika Ingatkan Personel Pentingnya Disiplin Dan Kerapian

Rabu, 21 Oktober 2026 - 19:02 WIT

Saat Jam Belajar, 27 Pelajar Malah Nongkrong, Dan Yang Lain Kedapatan Main Judi Slot

Selasa, 20 Oktober 2026 - 19:52 WIT

Pastikan Kamtibmas Kondusif, Personel Gabungan Lakukan Patroli Skala Besar

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:40 WIT

Polres Mimika Wanti-Wanti Bahaya Petasan Rakitan, Orang Tua Diminta Lebih Awasi Anak

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:37 WIT

Kapolda Papua Tengah Turun Atur Lalu Lintas, Lanjut Ingatkan Pelajar Nabire Jauhi Narkoba Dan Bullying

Berita Terbaru