Bentrokan Warga Fanamo Dan Omawita Ganggu Kegiatan Anak Sekolah Serta Pelayanan Kesehatan

- Admin

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:17 WIT

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena.

Timika, mimbarpapua.com – Bentrokan antara warga Kampung Fanamo dan Kampung Omawita, Distrik Mimika Timur Jauh (Miktim Jauh), Kabupaten Mimika, Papua Tengah, berdampak pada aktivitas masyarakat, khususnya sektor pendidikan dan pelayanan kesehatan.

Bentrokan yang terjadi pada Minggu (4/10/2026) sekitar pukul 22.00 WIT tersebut kini Polisi telah mengamankan delapan orang yang diduga berkaitan dengan aksi saling serang.

Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, mengatakan kedelapan orang tersebut masih menjalani pemeriksaan di Polsek Mimika Timur.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Delapan orang yang kami amankan. Sementara kami masih dalam pemeriksaan,” kata Alex saat dikonfirmasi, Selasa (6/10/2026).

Dalam penanganan kasus tersebut, polisi telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengamankan sejumlah barang yang diduga digunakan dalam bentrokan. Barang tersebut berupa busur panah, tombak, serta pecahan kaca.

Polisi juga menemukan pagar SMP Negeri Omauga mengalami kerusakan akibat kejadian tersebut. Karena ukuran dan berat pagar tidak memungkinkan untuk dibawa, petugas hanya mendokumentasikan kerusakan sebagai bagian dari penanganan perkara.

“Barang bukti ada busur panah, tombak, dan pecahan kaca. Karena pagar sekolah juga dirusak, namun karena pagarnya berat, kami hanya foto sebagai dokumentasi,” jelas Alex.

Alex menjelaskan,berdasarkan keterangan yang diperoleh salah satu persoalan yang diduga menjadi latar belakang konflik itu berkaitan dengan keberadaan SMP Negeri Omauga.

Sekolah tersebut berada di wilayah Kampung Omawita. Kondisi itu kemudian menimbulkan anggapan dari sebagian masyarakat Omawita bahwa sekolah tersebut merupakan milik kampung mereka.

Padahal, sekolah tersebut digunakan oleh anak-anak dari dua kampung, yakni Omawita dan Fanamo.

“Karena sekolah itu berdirinya di Kampung Omawita, masyarakat Omawita menganggap sekolah itu milik mereka. Padahal anak-anak dari kedua kampung bisa sekolah di situ,” ujarnya.

Persoalan tersebut kemudian berkembang setelah terjadi saling ejek. Perselisihan yang semula melibatkan sejumlah orang tua kemudian meluas dan melibatkan warga dari kedua kampung.

“Dari awal itu ribut antara orang tua dengan orang tua dan kemudian melibatkan warga kampung setempat, baik dari Omawita maupun Fanamo,” kata Alex.

Bentrokan tersebut juga menyebabkan seorang warga mengalami luka setelah terkena anak panah. Korban telah mendapatkan perawatan di puskesmas setempat.

Tidak hanya menimbulkan dampak terhadap keamanan, konflik tersebut juga berpengaruh terhadap pelayanan dasar masyarakat.

Untuk sementara, guru dan tenaga kesehatan yang bertugas di wilayah tersebut memilih kembali ke Timika. Kondisi itu menyebabkan kegiatan belajar mengajar serta pelayanan kesehatan masyarakat di kampung terganggu.

“Untuk sekarang tidak ada guru dan tenaga kesehatan di kampung. Mereka semua sudah kembali ke Timika,” ungkap Alex.

Polisi saat ini masih memantau perkembangan situasi dan belum menambah personel ke lokasi. Pendekatan persuasif menjadi langkah yang dipilih dengan melibatkan kepala kampung dari kedua pihak.

Kedua kepala kampung telah dipertemukan untuk membahas penyelesaian konflik. Polisi membuka kemungkinan penyelesaian melalui jalur kekeluargaan maupun restorative justice (RJ).

Namun, apabila upaya tersebut tidak mencapai kesepakatan, proses hukum tetap akan dilanjutkan.

“Kami membawa kedua kepala kampung ke sini untuk sama-sama bersepakat, apakah diselesaikan secara kekeluargaan atau restorative justice (RJ), atau dilanjutkan proses hukum,” jelas Alex.

Polisi juga masih membuka kesempatan kepada pihak sekolah untuk turut memberikan solusi atas persoalan yang berkaitan dengan keberadaan SMP Negeri Omauga.

“Kalau memang ada jalan keluar dari kepala sekolah, maka kami kerjakan,” katanya.

Laporan polisi terkait kejadian tersebut telah dibuat. Sementara delapan orang yang diamankan masih menjalani pemeriksaan untuk mengetahui keterlibatan masing-masing dalam bentrokan.

Hasil penanganan kasus tersebut nantinya akan dilaporkan kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mimika. Hal itu dilakukan karena konflik telah berdampak langsung terhadap aktivitas pendidikan dan pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah Mimika Timur Jauh.(*)

Berita Terkait

Pelajar SMA Ditemukan Meninggak Dalam Kamar, Polisi Selidiki Penyebab Kematian
Tiba Dari Sugapa, Penumpang Pesawat Bawa 20 Anak Panah Langsung Diamankan Polisi
Seorang Pria Dilaporkan Kritis, Diduga Jadi Korban Penganiayaan 
Saling Serang Antarwarga Pecah Di Mimika Timur Jauh, Sekolah Terdampak
Geger..!! Pria Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Mobil Di Kuala Kencana
Satu Jaringan Terbongkar, Tiga Terduga Pengedar Sabu Diamankan Polres Mimika
Upaya Pulangkan 7 Warga Jila, Kapolda Minta Semua Pihak Hindari Konflik
Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran Amunisi Ilegal Di Timika

Berita Terkait

Selasa, 6 Oktober 2026 - 18:03 WIT

Pelajar SMA Ditemukan Meninggak Dalam Kamar, Polisi Selidiki Penyebab Kematian

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:17 WIT

Bentrokan Warga Fanamo Dan Omawita Ganggu Kegiatan Anak Sekolah Serta Pelayanan Kesehatan

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:11 WIT

Tiba Dari Sugapa, Penumpang Pesawat Bawa 20 Anak Panah Langsung Diamankan Polisi

Selasa, 6 Oktober 2026 - 16:05 WIT

Seorang Pria Dilaporkan Kritis, Diduga Jadi Korban Penganiayaan 

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 13:38 WIT

Geger..!! Pria Ditemukan Tak Bernyawa Dalam Mobil Di Kuala Kencana

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:57 WIT

Satu Jaringan Terbongkar, Tiga Terduga Pengedar Sabu Diamankan Polres Mimika

Kamis, 1 Oktober 2026 - 18:52 WIT

Upaya Pulangkan 7 Warga Jila, Kapolda Minta Semua Pihak Hindari Konflik

Kamis, 1 Oktober 2026 - 10:52 WIT

Satgas Damai Cartenz Amankan Tiga Orang Terkait Peredaran Amunisi Ilegal Di Timika

Berita Terbaru