Timika, mimbarpapua.com – Seorang anak buah kapal (ABK) KM Akbar 02, Suryono (47), ditemukan meninggal dunia setelah sebelumnya dilaporkan hilang saat proses penurunan kapal dari dok menuju sungai di kawasan Pelabuhan Lokal Kampung Hiripau, RT 05, Distrik Mimika Timur, Kabupaten Mimika.
Suryono dilaporkan hilang pada Rabu (7/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIT ketika KM Akbar 02 sedang diturunkan ke sungai. Korban saat itu ikut membantu proses pengikatan tali kapal setelah kapal berada di sungai.
Kapolsek Mimika Timur, Iptu Alex Soumilena, mengatakan berdasarkan keterangan saksi, korban sempat meminta pelampung dan berenang menyeberangi sungai untuk membantu mengikat tali kapal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Dari keterangan saksi, saat kapal sudah berada di sungai, korban sempat meminta pelampung dan berenang ke seberang sungai untuk membantu mengikat tali kapal,” kata Alex.
Namun, tali kapal tersebut tidak berhasil ditarik. Suryono kemudian kembali ke kapal untuk membantu proses pengikatan tali pada perahu lainnya.
KM Akbar 02 selanjutnya ditarik menggunakan KM Mandiri. Sejumlah rekan korban juga ikut membantu mendorong kapal dari bagian belakang. Saat proses tersebut berlangsung, Suryono tiba-tiba tidak lagi terlihat oleh rekan-rekannya.
Rekan korban sempat menduga Suryono berada di dalam kapal karena yang bersangkutan bertugas sebagai bas. Namun, sekitar pukul 18.00 WIT, mereka bertemu dengan anak korban di sekitar dermaga dan menanyakan keberadaan Suryono.
Setelah mengetahui bahwa ayahnya belum pulang, rekan-rekan korban mengantarkan anak tersebut ke rumah. Mereka kemudian menanyakan keberadaan Suryono kepada istrinya. Dari keterangan keluarga, korban ternyata belum kembali ke rumah.
Pencarian kemudian dilakukan oleh rekan-rekan korban di sekitar kapal dan kawasan pelabuhan. Namun, hingga malam hari, keberadaan Suryono belum diketahui.
Sekitar pukul 21.50 WIT, Supardi selaku saksi sekaligus pelapor bersama seorang rekannya melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Mimika Timur.
Personel kepolisian kemudian mendatangi lokasi untuk melakukan pengecekan dan pencarian. Namun, upaya pencarian belum membuahkan hasil karena kondisi air sungai sedang naik.
Pencarian kembali dilanjutkan pada Kamis (8/10/2026) pagi. Sekitar pukul 06.55 WIT, Supardi bersama lima rekannya mendatangi Polsek Mimika Timur dan melaporkan bahwa Suryono telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia dan terapung di sekitar Sungai Pelabuhan Lokal Kampung Hiripau.
Personel Polsek Mimika Timur yang dipimpin Aipda Luis Sroyer kemudian menuju lokasi. Sekitar pukul 07.20 WIT, petugas bersama masyarakat melakukan evakuasi terhadap bagian tubuh korban yang ditemukan secara terpisah.
Petugas selanjutnya melakukan pencarian terhadap bagian tubuh korban lainnya yang belum ditemukan, termasuk bagian paha kiri. Pencarian dilakukan dengan menggunakan mesin alkon untuk menguras air di area kolam yang berada di dekat sungai.
“Hingga sekitar pukul 08.30 WIT, bagian tubuh lainnya belum ditemukan dan diduga terbawa arus sungai,” jelas Alex.
Sekitar pukul 08.53 WIT, bagian tubuh korban yang telah ditemukan dimasukkan ke dalam kantong jenazah. Jenazah kemudian dievakuasi menggunakan mobil jenazah KKSS menuju RSUD Mimika untuk penanganan lebih lanjut.
Berdasarkan informasi awal dari kepolisian, Suryono diduga mengalami kecelakaan kerja setelah terkena baling-baling mesin kapal saat proses penurunan KM Akbar 02 dari dok menuju sungai.
Meski demikian, kepolisian masih melakukan pemeriksaan dan penanganan lebih lanjut untuk memastikan penyebab serta kronologi pasti kejadian tersebut.
Pihak keluarga menyatakan menerima kejadian tersebut sebagai musibah dan kecelakaan kerja serta tidak mempersoalkannya sebagai tindak pidana.
Saat ini jenazah Suryono telah berada di RSUD Mimika. Berdasarkan keterangan keluarga, korban rencananya akan dimakamkan di TPU SP1.(*)












