Timika, mimbarpapua.com – Kasus kematian M.E.Y.K., pria yang ditemukan tidak bernyawa dengan anak panah wayer tertancap di bagian dada, memasuki babak baru. Kepolisian Mimika kini menyiapkan rekonstruksi untuk mengungkap secara utuh rangkaian peristiwa yang terjadi sebelum korban ditemukan meninggal dunia.
Korban ditemukan di kawasan Jalan Petrosi, Timika, pada Minggu (27/9/2026) sekitar pukul 05.00 WIT. Sejumlah orang telah dimintai keterangan oleh penyidik guna membantu mengungkap peristiwa tersebut.
Kapolres Mimika AKBP Alredo A. Rumbiak mengatakan, polisi telah mengamankan satu orang yang diduga terlibat dalam aksi penyerangan terhadap korban.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dari hasil pemeriksaan sementara, terduga pelaku mengakui melakukan penyerangan menggunakan anak panah wayer. Namun, ia mengaku anak panah yang dilepaskannya mengenai bagian kepala korban.
“Jadi begini. Kita sudah mengamankan satu pelaku yang sudah mengakui. Dia bilang sendiri memang saya kena yang kepala,” ujar Alredo saat ditemui, Rabu (7/10/2026).
Meski pengakuan tersebut telah diperoleh, polisi belum menyimpulkan keterlibatan terduga pelaku dalam kematian korban secara keseluruhan. Penyidik masih mencocokkan keterangan yang diberikan dengan keterangan saksi lainnya serta fakta yang ditemukan di lapangan.
Pasalnya, anak panah wayer yang ditemukan pada tubuh korban masih tertancap di bagian dada. Kondisi tersebut menjadi salah satu bagian penting yang masih didalami untuk memastikan rangkaian kejadian hingga korban kehilangan nyawa.
“Terduga pelaku sudah kita minta keterangan. Kemarin sudah dipanggil dan diamankan juga, tapi masih ada hal yang perlu didalami dalam kronologisnya. Harus sinkron,” jelas Alredo.
Untuk memastikan kronologi secara lebih terang, Polres Mimika akan melakukan rekonstruksi. Melalui proses tersebut, penyidik akan mencocokkan keterangan para pihak dengan rangkaian tindakan yang terjadi di lokasi kejadian.
“Rekonstruksi supaya jelas. Dalam rekonstruksi kita tahu mana yang tidak benar memberikan informasinya. Pasti kelihatan nanti kronologisnya seperti apa, pelakunya kita tahu nanti,” kata Alredo.
Kapolres menegaskan, polisi sejauh ini telah memastikan satu orang melakukan penyerangan menggunakan anak panah wayer yang mengenai kepala korban. Namun, terkait siapa yang menyebabkan luka fatal hingga korban meninggal dunia, penyidik masih terus melakukan pendalaman.
“Yang sudah terbukti betul dia yang melakukan panah wayer yang kena bagian kepala. Tapi yang pembunuhan ini masih terus kita dalami karena harus dikroscek,” tegasnya.
Penyidik juga masih menelusuri kemungkinan adanya pihak lain yang terlibat dalam rangkaian peristiwa tersebut. Peran masing-masing orang akan dicocokkan berdasarkan keterangan saksi, pengakuan terduga pelaku, serta bukti yang ditemukan selama proses penyelidikan.
Rekonstruksi nantinya diharapkan dapat memberikan gambaran lebih jelas mengenai apa yang sebenarnya terjadi di Jalan Petrosi, mulai dari aksi penyerangan hingga korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.
Polres Mimika memastikan penyelidikan masih berlangsung dan belum akan mengambil kesimpulan akhir sebelum seluruh fakta serta keterangan berhasil dicocokkan. (*)












