Berita  

Tim Peneliti UI Turun Ketemu Masyarakat Nawaripi

Timika, mimbarpapua.com – Tim Peneliti dari Lembaga Penelitian Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia (UI) Jakarta bermitra dengan Universitas Cendrawasih Jayapura mengadakan penelitian di Kampung Nawaripi pada Jumat (1/3/2024). Di Nawaripi mereka bertemu aparat kampung, Bamuskam dan sejumlah tokoh masyarakat.

Fokus penelitian mereka berkaitan dengan penilaian kegiatan dan manfaat atau dampak dari program investasi sosial PTFI. Sejak PTFI hadir di Timika komitmen untuk masyarakat dalam bidang pendidikan, kesehatan, pemberdayaan ekonomi, pemberdayaan masyarakat asli.

Ketika berkunjung ke Nawaripi para peneliti menemui dan melapor ke kepala kampung bahwa Nawaripi adalah salah satu sasaran penelitian mereka. Juga ke Bamuskam, kepala dusun, pihak sekolah, tokoh masyarakat, tokoh perempuan dan pengelola sanggar seni dan musik Nawaripi..

Ketika ditanya selama ini kontribusi dari investasi PT FI, Kepala Kampung Nawaripi , Norman Ditubun mengatakan terima kasih banyak kehadiran universitas terbaik di negara ini mau datang penelitian di Nawaripi.

Komitmen PTFI selama dirinya menjabat selama 4 tahun ini belum ada. Yang ada hanya kehadiran PTFI mengadakan kegiatan dan lomba 17 Agustus 2022 lalu.

Ketika ditanya soal pelatihan pembuatan perahu viber dia mengakui dapat ceritera dari salah satu Tokoh di Nawaripi bahwa ada harganya ikut pelatihan pembuatan perahu kerjasama PTFI dengan Keuskupan.

” jujur itu saya dapat ceritera saja. Selebihnya saya tidak tahu karena jika ada program begini mereka langsung ke masyarakat. PT FI pintar kalau ada kegiatan mereka libatkan tokoh yang vokal supaya jangan lagi ribut soal kerusakan lingkungan. PT FI perusahaan besar kalau masyarakat ribut mereka buat program seperti kasih ‘gula-gula’ atau permen sehingga masyarakat dininabobokan agar jangan protes,jangan ribut, ” kata Norman.

Untuk Nawaripi saat ini paling utama itu perhatian dan pengembangan SDM generasi muda Nawaripi. SDM supaya mereka bisa berubah, bisa menata masa depan mereka. Jangan datang ibarat kasih gula-gula supaya masyarakat diam. Setidaknya pemerintah sekarang fokus dengan SDM melalui pendirian TK/PAUD, ada LPK. Jebolan LPK Nawaripi ada dua anak Kamoro yang lulus dari BLK Nasional di Tangerang Banten.

LPK Nawaripi jelas dia sudah tiga angkatan, tapi semua mereka yang lulus belum bekerja karena terhambat ijazah. Rata-rata anak-anak ini lulus SMP atau SD. Di Nawaripi anak-anak yang lulus SMA /SMK hanya sedikit, mudah-mudahan anak-anak ini bisa difasilitasi ikut ujian paket B dan paket C. Ada juga kerjasama Pemerintah Kampung Nawaripi dengan Keuskupan Amboina mengirim anak-anak Nawaripi sekolah di sekolah milik yayasan katolik di Ambon. Tahun lalu dengan dana desa pihaknya kirim 4 orang yakni dua SD dan dua SMP.

Bagi dia mau urus masyarakat Kamoro mari PTFI, Pemkab bangun dulu sumber daya manusia mereka dengan pendidikan . Pendidikan paling pertama kemudian diikuti dengan sikap, etika dan perilaku.

Kalau program yang lain seperti kesehatan, posyandu, pemeriksaan ibu hamil dan melahirkan jalan baik selama ini oleh Puskesmas Wania. Bahkan Pemkab Mimika melalui Dinas Kesehatan telah membangun Pustu Permanen di Kampung Nawaripi. Melalui dana desa sejak 2023 kemarin RT juga diberi tanggungjawab kelola dana ini sebesar Rp 30 juta. Tahun kemarin untuk 20 RT Pemerintah Kampung kucurkan Rp 600 juta dari jumlah dana desa 1,3 m.

Tidak hanya itu pemerintah Kampung juga punya program pariwisata kampung yang lokasinya ada di Mile 21. Di Sana dibangun beberapa wahana seperti kolam ikan, kolam dayung tradisional, Gua Maria, rencana pembangunan gereja ekumene, masjid, pura dan wihara. Juga akan dibangun perumahan masyarakat Asli Nawaripi.

Ada juga BUMDes yang mengelola air isi ulang, kolam ikan, sanggar seni dan musik . (mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *