Berita  

Tokoh Mimika Wee Nawaripi Serahkan Tanah Untuk ACP di Mile 21Timika

Timika, mimbarpapua.com – Tokoh masyarakat Mimika Wee Nawaripi menyerahkan tanah bagi Anak cucu Perintis (ACP) Timika, Minggu (27/8/2023). Penyerahan itu dilakuakan tokoh Mimika Wee Nawaripi, Anton Nawau, Derek Maoromako, dan Moses Aikawe diterima oleh Ketua ACP Petrus Yanwarin. Penyerahan itu ditandai dengan pemasangan papan nama lahan ACP yang berdekatan dengan lokasi dan bangunan LPK Nwaripi di Mile 21.

Ketua ACP Timika, Drs Petrus Yanwarin menucapkan terima kasih kepada wartawan mengucapkan terima kasih kepada tokoh-tokoh Mimika Wee dari Nawaripi yang telah menyerahkan lahan bagi anak cucu perintis yang mana orangtua mereka sudah berjasa bagi daerah ini dalam membangun pendidikan, iman dan spiritual. Karena jasa itu mereka menyerahkan lahan bagi anak cucu perintis yang ada di Kabupaten Mimika.

Kata dia anak cucu perintis yang ada di Kabupaten Mimika berjumlah 200 orang. Setelah penyerahan seluruh warga ACP segera membersihkan lahan. Lahan yang diserahkan pemilik hak ulayat Mimika Wee buat anak cucu perintis yaang sudah berjasa membangun pendidikan dan peradaban bagi orang Mimika Wee.

Dari lahan itu sebagiannya dipergunakan selain untuk pemukiman juga untuk pembangunan fasilitas pensidikan mulai dari PAUD/TK, SD, SMP, SMA/SMK. Sehingga warga ACP dan warga Mimika Wee yang bermukim dibelakanfnya bisa sekolah disini saja tidak harus ke Timika. ACP akan hidupkan kembali semangat orangtua mereka dahulu yang mengajar warga Mimika Wee di kampung-kampung sehingga kedekatan mereka dengan warga Timika Wee terjalin kembali secara akrab.

Tokoh masyaraakat Mimika Wee dari kampung Nawaripi Anton Nawau, menuturkan dengan penyerahan lahan kepada ACP pihaknya merasa lega karena selama ini ACP belum pernah orang Mimika Wee kasih apa-apa padahal orangtua mereka sudah berjasa buat daerah ini.

Peristiwa berharga ini bahwa ACP merupakan bagian dari orang Mimika Wee sadi Nawaripi, Koperapoka, Nayaro. Jika warga Nawaripi susah yang datang bantu pasti ACP. ” kami senang mulai sekarang saudara kami dari ACP akan bantu kami soal pembelaan terhadap lahan orang Mawaripi yang sejak dua tahun belakangan sudah dikuasai orang lain. Begitu juga dengan TNI/Polri kami aakan sedahkan lahan untuk bangun pos untuk jaga siang malam disana,” kata Anton.

Toloh Mimika Wee laimnya Derek Maoromako mengatakan orangtua ACP sudah berjasa buat orang Mimika Wee dalam bidang pendidikan dan iman spiritual. Jadi ACP bagian dari saudara kami orang Mimika Wee dari Nawaripi, Koperapoka, Nayaro, Tipuka, Ayuka dan kampung-kampung lainnya.

Dengan penyerahan lahan ini ACP akan maju berjuang bersama orang Nawaripi untuk menata tali persaudaraan yang beberapa puluh tahun mulai renggang dan mulai sekarang terjalin kekeluargaan, keakraban dan persaudaraan kembali.

Apalagi pemerintahan kampung Nawaripi berencana akan membangun perkampungan Nawaripi dua di belakang lahan ACP maka kedepan hubungan kekekuargaan antara ACP dan Mimika Wee kembali terjalin. Selain itu ACP juga berjuang bersama warga Nawaripi soal lahan-lahan yang diserobot oleh orang-orang tak dikenal.

Sedangkan Moses Aikawe menuturkan jasa orangtua atau Tete Nenek ACP sangat besar buat orang Mimika Wee. Orangtua mereka datang tidak hanya sebagai guru di sekolah, tapi lebih besar peran mereka di masyarakat dalam mengubah perilaku masyarakat. Mereka juga bertindak sebagai guru agama dan penyebar agama katolik bagi warga Mimika Wee di kampung-kampung.

Atas jasa para perintis tersebut sebagai tokoh maka pihak menyerahkan lahan. Harapan Moses lahan tersebut segera digarap oleh semua warga ACP di Mimika..
ACP mulai besok bersama warga Nawaripi dalam menertibkan lahan-lahan yang sudah diambil orang lain.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun mengatakan senang karena pihak tidak berjuang sendiri soal lahan-lahan orang Nawaripi yang dicaplok orang tak dikenal. Kedepan ACP akan berjuang bersama orang Nawaripi untuk mengembalikan lahannya yang dikuasai orang lain di wilayah Mile 21 san sekitarnya. (Mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *