Berita  

Uskup Ino Ngutra Gembira Dengar Ada Anak Mimika Datang  Sekokah di Sekolah Milik Keusukupan Amboina

Uskup Keuskupan Amboina, Mgr Ino Ngutra, Pr menerima pengurus Yayasan St Maria Kota Piru yang datang melaporkan akan ada anak Mimika Wee datang sekolah di sekolah St Maria.

Timika, mimbarpapua. Com – Pimpinan sekolah St Maria Kota Piru milik Keusukpan Amboina di Kabupaten Seram Bagian Barat, Bruder Andreas Resubun,BMSC saat melapor akan ada anak dari Mimika Wee dari Suku Mimika Wee (Kamoro) akan datang bersekolah di sekolah kepada Uskup Amboina Mgr Ino Ngutra, Pr di Ambon

” Hasil komunikasi saya dengan Bruder Andreas Resubun bahwa pada tanggal 5 Agustus bulan depan beliau tiba di Timika dari Jakarta.  Selama di Timika Bruder Andreas akan bertemu ketiga anak dan orangtuanya. Bruder akan minta surat pernyataan orangtua bahwa mereka bersedia menyerahkan anak mereka dibawah asuhan Bruder sebagai pimpinan Sekolah St Maria Kota Piru Seram Bagian Barat yang merupakan sekolah milik Keuskupan Amboina. Selain itu beliau akan bertemu aparat kampung dan sejumlah pihak berkaitan masalah pendidikan,” kata Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun kepada wartawan, Kamis (20/7/2023).

Kata Norman tahun pertama dalam kerjasama ini pemerintah Kampung Nawaripi baru mengirim 3 orang. Tiga anak akan dibiayai pemerintah kampung melalui dana AÐD tahun 2023. Bila 3 anak ini selana satu tahun berhasil maka tahun depan pihaknya akan kirim lebih banyak lagi.

Setidaknya tahun pertama, tahun kedua dan ketiga pengiriman anak Mimika Wee dibiayai pemerintah kampung namun bila jumlah lebih banyak lagi pemerintah kampung tidak mampu karena  dana ADD jumlahnya tidak banyak. Jadi pihaknya harapkan ada pihak lain yang bisa membantu anak-anak ini belajar di Ambon.

Soal biaya terang dia tahun pertama ditanggung pemerintah kampung setelah masuk tahun kedua sudah ditanggung okeh yayasan, sekolah dan Keuskupan Amboina. ” tahun pertama kami tiga orang dulu. Apakah anak-anak ini betah dan bertahan di sana atau tidak.  Harapan kami tahun pertama mereka tiga orang bertahan dan memancing yang lain untuk datang tambah banyak ke sekolah ini,” terang dia.

Soal keberangkatan, jelas dia menurut rencana pada tanggal 10 Agustus. Rombongan yang berangkat diantar langsung oleh kepala kampung bersama Bduder Andreas Resubun, ketiga orangtua dan tiga anak ini. Tiba di Ambon mereka menyeberang lagi ke Kota Piru Kabupaten Seram Barat tempat dimana sekolah tersebut berada. (mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *