Berita  

Kerusuhan Di Dogiyai 69 Bangunan Terbakar Dan 5 Aparat Luka-luka

Tampak Bangunan Yang Terbakar Akibat Kerusuhan Di Dogiyai

Timika, mimbarpapua.com – Kamis tanggal 13 Juli 2023, sekitar pukul 10.23 wit personil Satgas Tindak Ops Damai Cartens 2023 sektor Dogiyai yang dipimpin oleh IPDA CRIME HUNTER DAMAR  bersama 4 personil Satgas Damai Cartens bergerak dari Posko Dogiyai menuju RSUD Paniai untuk membawa salah satu personil yang sedang sakit untuk berobat.

Kemudian, Sekitar jam 11.00 wit terjadi pemalangan oleh OTK berjumlah 7 orang terhadap pers satgas Damai Cartens di kampung Idakebo Distrik Kamu Utara. salah satu anggota satgas Damai Cartens turun untuk membubarkan ketujuh OTK tersebut yang melakukan pemalangan namun tiba-tiba salah satu dari OTK melemparkan kampak ke arah mobil yang digunakan oleh satgas Damai Cartens sehingga mengakibatkan kaca mobil pecah dan mengenai pelipis kiri salah satu anggota satgas tindak Ops Damai Cartenz yang megakibatkan luka sobek.

Dengan kejadian tersebut, Bripka Deavis melakukan pengejaran terhadap pelaku pelemparan kampak dan mendapatkan perlawanan dari 3 orang OTK yang berusaha melakukan perampasan senjata, karena dalam keadaan terdesak Bripka Deavis Tulandi melepaskan tembakan untuk membubarkan OTK yang meyebabkan OTK tersebut langsung melarikan diri ke arah hutan.

Selanjutnya, Pada pukul 11.10 wit, personil satgas Damai Cartens melanjutkan perjalanan ke RSUD Paniai untuk melakukan perawatan/penanganan medis lebih lanjut.

Setelah itu, pada Pukul 11.15 wit, Kasie Propam Polres Dogiyai IPTU LUKMAN HS, SH, MH. bersama anggota Polres Dogiyai mendatangi TKP di Kampung Idakebo Distrik Kamu Utara.

Dan pada Pukul 11.37 wit, personil Gabungan Polres Dogiyai tiba di TKP Kampung Idakebo namun tidak menemukan lagi para pelaku pemalangan, sehingga personil melanjutkan patroli ke Kampung Ugapuga Distrik Kamu Timur.

Setelah Pukul 12.08 wit personil yang melaksanakan patroli tiba di Kampung Ugapuga dan tidak lama, lewat sopir lintas an. Fatur Rahman yang dipalang dan dipecahkan kaca mobil hilux yang digunakannya pada saat melintas, tidak lama kemudian lewat sopir truck atas nama Iwan yang dipalang dan mengalami luka bacok dibagian telapak tangan kanan yang dilakukan oleh pemuda di Kampung Idakebo Distrik Kamu Utara.

Pukul 12.15 wit, personil gabungan Polres Dogiyai yang melakukan patroli kembali ke Gunung Hijau Kampung Ibayo untuk stanby sambil berkoordinasi ke Polres Dogiyai tentang Langkah-langkah selanjutnya.

Kemudian pada Pukul 13.13 wit, Kepala Kampung Obayo Martinus Pigai mendatangi personil gabungan di Bukit Hijau untuk melakukan koordinasi dengan Kasie Propam dan KBO Reskrim Polres Dogiyai agar menyampaikan ke massa untuk tidak melakukan pemalangan dan penganiayaan terhadap masyarakat serta sopir yang melintas. Namun massa yang berjumlah sekitar 30 orang tidak menerima dan menyerang ke arah personil gabungan.

Sehingga Pukul 13.30 wit, karena pertimbangan situasi yang semakin memanas dan untuk menghindari korban dari kedua pihak, personil gabungan kembali ke arah Ugapuga dan terus ke Polres Deiyai.

Pukul 15.00 wit, Kembali terjadi pemalangan dan penganiayaan dengan senjata tajam oleh OTK berjumlah 5 orang terhadap sopir lintas an. Ibrahim di Kali tuka, korban mengalami luka sobek di bagian pelipis dan tangan, kejadian tersebut berhenti setelah personil yang menempati Pos 1 di Kali Tuka, mengeluarkan tembakan ke udara dan pelaku melarikan langsung melarikan diri.

Dan Pukul 15.40 wit, mobil lintas jenis avansa mengalami pemalangan lagi di Kali Kasuari dengan cara menodongkan pisau dan panah ke dada sopir serta mengambil barang berupa uang Rp 700 Ribu dan HP merek Samsung Galaxi S8.

Pukul 18.00 wit, Kabag Ops Polres Dogiayai, AKP Dr. Wahda J. Saleh, S.Hi, MH., mengambil apel konsolidasi terhadap pers TNI-POLRI untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan dengan membagi personil untuk melakukan pengamanan yaitu di Pos 2 Pertigaan Kamu Selatan dibackup anggota Koramil yang dipimpin oleh Danramil Moanemani Kapt. Prasto Mami., dan di Kampung Ekimanida dilakukan oleh satgas 527 dan anggota Polres Dogiyai yang dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Dogiyai.

Kemudian Untuk Penjagaan Mako Polres Dogiyai dilaksanakan oleh piket penjagaan dipimpin oleh Kasat Lantas IPDA Wido Purwanto dan personiol Ops Damai Cartens.

Pada Pukul 18.20 wit, Kabag Ops bersama Anggota tiba di titik Pengamanan Kampung Ekimanida dan disambut dengan penyerangan oleh masyarakat Kampung Ekimanida.

Pukul 18.30 wit, masyarakat sudah melakukan penjarahan terhadap toko/kios atau rumah warga pendatang namun setelah didatangi oleh personil yang melakukan pengamanan, kembali lagi diserang dengan menggunakan panah sehingga menyebabkan salah satu personil Polres Dogiyai an. BRIPDA JHON  ELIESER SAMON terkena anak panah pada lengan kiri tembus ke belakang.

Pada Pukul 19.30 wit, terjadi pembakaran rumah warga di Jalan Tengah Kampung Tokapo ujung Pasar Ikebo yang dilakukan oleh masyarakat dari Kampung Ekimanida.

Pukul 20.00 wit, masyarakat melakukan pembakaran di 4 titik yaitu jln. Tengah Tokapo, 15 unit rumah, jln. Poros Ekimanida 1 unit rumah/ bangunan, Jln. Belakang Jembatan Kayu, 5 unit dan Jln. Belakang Kampung Ikebo 5 unit .

Kemudian pada Pukul 20.00 wit, Kasat Intelkam bersama personil gabungan TNI-Polri mengevakuasi warga pendatang dari Kampung Tokapo ke Koramil.

Pukul 20.10 wit, Mako Polres Dogiyai diserang dengan batu dan anak panah dari arah depan Polres (bukit).

Selanjutnya, pada Pukul 21.30 wit, anggota koramil an. Serka Stewart Tapilatu terkena anak panah pada bahu kanan dan dievakuasi ke Mako Koramil Moanemani untuk mendapatkan perwatan medis.

Setelah itu, Pukul 22.40 wit, personil yon C yang bertugas di pos kotis an.  Briptu Silas Awetow terkena anak panah pada lengan kanan, selanjutnya korban dilarikan untuk penanganan medis.

Kemudian personil Satgas Damai Cartens dan personil Polres Dogiyai melakasanakan pengamanan di Mako sampai pagi.

Dalam mengantisipasi perkembangan situasi Kabag Ops membagi personil TNI-Polri dalam beberapa titik pengamanan yaitu, Mako Polres Dogiyai, Pos 1 Pengamanan Polres Dogiyai, jln. Poros Ekimanida, Jln. Belakang Kampung Ikebo, Jembatan Kayu Kampung Ikebo dan jln. Tengah Kampung Tokapo.

Setalah itu, pada hari jumat tanggal 14 Juli 2023, Kembali terjadi penyerangan dari masyarakat pribumi terhadap personil POLRI-TNI yang akan melaksanakan pengamanan Bandara Moanemani yang dipimpin oleh Kabag Ops Polres Dogiyai AKP. Dr. WAHDA J. SALEH. SHi,  M. Hum dalam rangka melakukan Evakuasi Korban kena panah.

Personil yang akan dievakuasi atau dirujuk ke RSUD Nabire yaitu, Bripda Eliezer mengalami Luka pada tangan sebelah kiri dan sampai saat ini anak panah masih menempel pada tangan yang bersangkutan kemudian serka Stewart Tapilatu mengalami Luka pada lengan tangan sebelah kanan dan anak panah masih menempel pada lengannya.

Pada pukul 09.15 wit, personil yang akan menduduki titik-titik Bandara Moanemani untuk melakukan pengamanan, tiba-tiba dihujani anak panah yang dilakukan oleh Warga Masyarakat Pribumi dari arah Kampung Ekimanida.

Pada pukul 09.40 wit, Hely tiba di Bandara Moanemani dan langsung melaksanakan Evakuasi Korban namun pada saat melaksanakan Evakuasi, para anggota Kembali dihujani lagi dengan anak panah serta Massa Pribumi melakukan pembakaran terhadap rumah warga an. Balibi.

Namun pada pukul 09.45 wit Hely berhasil take off bersama Korban yang akan dievakuasi ke Nabire.

Pada saat pelaksanaan pengamanan dan evakuasi korban, tetap saja masih ada gangguan dari Masyarakat Pribumi dengan melakukan penyerangan terhadap Aparat Keamanan dengan menggunakan batu dan anak panah.

Dari kejadian tersebut, terdapat korban baik dari petugas keamanan maupun masyarakat yang melaporkan terdiri dari; 4 Anggota Polisi terluka yaitu 2 terluka akibat terkena panah dan 2 terluka akibat terkena kampak

– 1 Anggota TNI terluka akibat terkena anak panah

– 69 Bangunan terbakar

– 1 Orang sopir truck mengalami luka akibat terkena kampak

– 2 Orang masyarakat nusantara mengalami kerugian berupa uang 700 ribu dan 1 buah HP Samsung Galaxy S8 akibat ditodong mengunakan senjata tajam oleh OTK Jayapura, 14 Juli 2023. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *