Berita  

Sanggar Seni dan Musik Libatkan Generasi Muda Dengan Kegiatan Positif

Sanggar seni dan musik Kampung Nawaripi. Tampak kepala kampung dan salah salah satu RT berfoto depan sanggar

Timika, mimbarpapua.com – Kehadiran sanggar seni dan musik yang dibentuk Pemerintah Kampung Nawaripi sesungguhnya bagian dari  pemberdayaan generasi muda di Kampung Nawaripi dengan kegiatan positif. Kehadiran sanggar seni dan musik dapat dimanfaatkan secara baik sehingga lahirlah generasi seni, generasi musik dikalangan pemuda-pemuda Mimika Wee Nawaripi.

Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun, kepada wartawan saat ditemui di sanggar seni dan musik merah putih  Nawaripi, Kamis (13/7/2023) menuturkan,  pemerintah kampung sudah buat banyak program untuk generasi muda. Seperti program pendirian LPK Merah Putih Nawaripi, kegiatan sepak bola, bola voly. Sekarang lagi seni dan musik.

” kita sudah bangun tempatnya dan sudah setting alat musiknya. Lihat saja ada alat musiknya supaya anak-anak muda mereka tiap hari bisa datang latihan,’ kata Norman.

Dia menuturkan pemerintah kampung juga menyediakan pelatih musik untuk membimbing kaum muda dalam latihan supaya lebih terarah dan terprogram. Saat latihan mereka tidak langsung pegang alat tapi harus bimbingan awal agar mereka dapat mengenal dan menggunakan alat musik ini.

Sementara bagi anak muda yang meng ikuti program pelatihan di LPK silahkan lanjutkan karena pelatihan di LPK dapat membentuk kemampuan dan ketrampilan supaya  setelah selesai bisa dipakai di perusahaan-perusahaan yang ada di Timika. LPK sudah tiga angkatan diharapkan bisa dilirik oleh perusahaan di Timika.

Kembali lagi soal musik  jelas dia, untuk mengasah daya tangkap serta daya filing seseorang dalam dunia musik. Timika ada banyak kelompok band jika anak-anak tekun dalam latihan dan bisa jadi pemain band yang bagus bisa dipakai di band-band besar ini.

Kedepan dunia musik akan menjadi lahan pekerjaan yang bagus bagi kalangan muda. Dan sanggar seni dan musik Merah Putih Nawaripi prioritas anak asli Mawaripi.

Untuk pembelian alat musik terang dia, dianggarkan dari dana APBK Nawaripi tahun lalu. Intinya untuk kepentingan anak asli Nawaripi dirinya akui selalu prioritas.  Soal waktu latihan jelasnya pemerintah kampung ada rekrut pelatih nanti pelatih yang atur jadwal latihan, programnya hingga mereka pintar bermain musik.

“Awalnya saya bilang tadi pemerintah kampung sudah buat banyak program. Sekarang tambah lagi musik. Bagi saya yang penting anak-anak ini banyak kegiatan supaya mereka tidak lagi buat onar di kampung ini. Mereka tidak lagi mabuk hingga merusak kantor desa, bongkar perpustakaan dan obrak abrik buku-buku, mabuk dan tidur di sekolah sehingga mengganggu guru-guru. (mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *