Berita  

Aku Lahir Untuk Papua, dan Aku Mati Untuk Dia Yang Mengutus Aku

Orang Muda Katolik (OMK) Se-Keuskupan Timika, saat berkunjung ke Goa Maria Mil 21

Timika, mimbarpapua. com – Ini sepenggal kalimat yang disampaikan Ketua Organisasi Ikatan Anak Cucu Perintis Kabupaten Mimika, Drs Petrus Yanwarin saat menyambut seratus lebih orang muda katolik se-Keuskupan Timika saat berkunjung ke Gua Maria di lokasi Pariwisata Kampung Nawaripi di Mile 21, Jumat (16/6/2023).

Petrus mengisahkan sebagai anak cucu perintis itu berarti orang tua mereka datang menyebarkan agama katolik dipesisir pantai selatan hingga ke wilayah Mee ( Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya hingga Nabire).

Sebagai anak cucu perintis kata dia mereka mengangkat visi misi dan semboyan Aku lahir untuk Papua dan Aku mati untuk dia yang mengutus Aku. Artinya orang tua kami datang untuk mengabarkan kabar baik yakni bawah agama Katolik dan pendidikan bagi orang Papua di wilayah selatan hingga ke dataran tinggi Mee sekaligus jika kami mati, karena kami telah menyebarkan kabar keselamatan yang diajarkan Yesus Kristus.

Menurut Petrus, sebagai generasi muda katolik harus tahu sejarah berdirinya gereja di wilayah selatan hingga ke daerah Mee. Kenapa di area Mile 21 dibangun Gua Maria di tengah hutan itu karena sejarah. Dimana, itu karena rahmat dan karunia Tuhan bahwa pemerintah dan masyarakat Nawaripi harus bangun tempat devosi di tempat ini.

Kemudian wilayah ini jadi  saksi sejarah ketika Freeport bangun pertama salah satu pelabuhan digunakan perusahaan Betel untuk mobilisasi logistik melalui Mile 21. Termasuk orang tua perintis yang datang dari pantai mau ke Timika mau buka sekolah atau gereja  harus melalui tempat ini.

Sebagai generasi muda gereja katolik Keuskupan Timika  harus tahu tentang ini. Apalagi tahun ini pemerintah Kampung Nawaripi akan bangun lagi fasilitas umum  seperti aula serta sarana peribadatan bagi agama lain yang diakui oleh negara.

“Adik-adik setelah kembali ke Paroki masing-masing bisa ceritakan tentang keberadaan Gua Maria ini di tengah hutan di area kerja PT Freeport Indonesia, kepada umat di paroki anda.

Ini menjadi tugas kita bersama bermisi menyebarluaskan sarana iman kita kepada semua umat Allah.

Gua ini kata Petrus, dibangun pada tertengahan Tahun 2022 dan diberkati pada awal Desember 2022 oleh Pastor Paroki Sempan, Pastor Maximilianus Dora, OFM dan diresmikan Plt Bupati Mimika, John Rettob. Gua ini dibangun menggunakan dana desa Tahun 2022, dan sudah banyak umat yang datang berkunjung dan berdoa.

Daerah ini mayoritas beragama Katolik, jadi tepat sekali Pemerintah Kampung Nawaripi, membangun fasilitas iman ini.

Adik-adik sebagai orang muda Katolik yang akan mengikuti kegiatan orang muda Katolik Nasional di Palembang Sumatra Selatan harus jaga sikap dan perilaku, jaga nama baik Paroki dan Keuskupan Timika dan jaga nama baik Papua khususnya Papua Tengah. Sebagai orang muda harus membaur dan jangan minder, sungkan dengan mereka dari keuskupan lain. Harus berani dan buka diri dengan yang lain.

Dia menjelaskan dulu Timika Katolik mayoritas, tapi dalam sepuluh tahun terakhir orang banyak masuk karena cari kerja di perusahaan, cari hidup dengan berdagang sehingga sekarang katolik jadi monoritas.

Meski minoritas tapi katolik dan kaum muda katolik tetap menghargai siapapun orang yang datang ke Timika sebagai saudara sebangsa se tahan air.

Dipenghujung acara ditutup dengan doa Rosario dihadapan Bunda Maria yang dipimpin oleh frater. Orang muda katolik itu berasal dari Dekenat Tigi, Dekenat Paniai, Dekenat Mimika Agimuga yaitu dari Katedral Tiga Raja, Paroki St Petrus SP3, Dari Paroki St Sisilia SP2,  Paroki St Stefanus Sempan. (mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *