Berita  

Kepala Kampung Nawaripi Pertanyakan DLH Kapan Kegiatan Studi Banding Gelombang kedua Soal Pengelolaan Sampah

Norman Ditubun, Kepala Kampung Nawaripi

Timika, mimbarpapua.com – Kepala Kampung Nawaripi, Norman Ditubun menanyakan kapan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Mimika merealisasikan kegiatan studi ebandi>ng tahap kedua ke Kabupaten Bayumas, Jawa Tengah. Sebab baginya studi banding ini penting supaya pihaknya belajar langsung dari sumbernya mengenai pengelolaan sampah plastik.

” Kampung Nawaripi sewaktu Kepala Dinas Lingkungan Hidup Limi Mokodompit pernah menjalin kerjasama untuk pengelolaan sampah plastik. Kami sudah tandatangan MoU hanya saja waktu itu DLH belum serahkan mesin pencacah plastik. Kemudian tenaga kami belum siap dan diharapkan dengan studi banding ini kami bisa ikut. Memang awalnya kami diajak dan kami sudah serahkan KTP, sudah ukur pakaian seragam tapi sayangnya gelombang pertama kami tidak jadi jalan,” kata Norman kepada wartawan di kediamannya, Rabu (14/6/2023).

Norman mengatakan informasi yang mereka terima bahwa studi banding akan berlangsung dua tahap. Tahap pertama sudah selesai dan tahap kedua apakoah sudah jalan atau belum hingga kini tidak ada penjelasan dari pihak DLH. Kata dia mestinya usai gelombang pertama, Kadis DLH langsung memberikan penjelasan gelombang kedua jadi atau tidak.

Kemudian terang dia, pihaknya telah menyeraahkan KTP dan sudah mengukur seragam. Seragam juga sampai saat ini belum dibagi, mestinya ada penjelasan dari DLH.

” kalau tidak jadi beritahu ke kami supaya jelas. Kami bukan kecewa, tapi bagi kami yang pernah ada tandatangaan kerjasama dengan DLH studi banding soal sampah ini sangat penting dan kami harus belajar langsung dari mereka yang sudah berpengalaman di sana,” jelas dia.

Bagi dia ini kesempatan berharga untuk pergi melihat dan belajar bagaimana disana mereka kelola sampah plastik untuk diokelola jadi barang berguna dan bermutu tinggi dari sampah ini.

Memang kampung Nwaripi telah mengumpulkan sampah plastik yang disimpan depan bengkel kampung. Hingga saat ini pihaknya menunggu mesin pencacah dari DLH yang katanya masih dalam perbaikan karena rusak. (mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *