Berita  

Kormi Bahas Keberangkatan Fornas Dengan Komisi dan Inorga

Timika, mimbarpapua.com – Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) Provinsi Papua Tengah membahas keberangkatan Fornas ke Bandung bersama Komisi dan Inorga.

Wakil Ketua Kormi Provinsi Papua Tengah, John Lemauk, ST MT kepada mimbarpapua.com yang ditemui di Sekretariat Kormin di Venue Biliar, Kamis (8/6/2023) menuturkan, Kormi bahas mengenai keikutsertaan Inorga bersama penggiatnya berapa banyak yang berangkat.

” yang benar-benar siap ada beberapa Inorga dengan penggiatnya (atlit). Artinya atlit yang berangkat harus persembahkan yang terbaik buat daerah ini. Mereka tampil tidak memalukan masyarakat dan Pemerintah Provinsi Papua Tengah,” ujar John Lemauk.

Komisi dan Inorga kata dia unruk terus berkoordinasi dengan Inorga Pusat dan panitia pelaksana Fornas secara rutin. ketua Inorga harus pastikan penggiatnya siap berangkat dan siap bertanding. Karena ada beberapa Inorga sudah siap tapi Inorganya di pusat tidak siap maka penggiatnya batal berangkat.

Hal ini menyangkut biaya karena keberangkatan kali ini biayanya sangat besar sehingga Kormi tawarkan ke Komisi dan Inorga harus benar-benar siap. Untuk pembiayaan Fornas ini pemerintah kucurkan dana sebesar Rp 800 juta untuk membiayai semua kegiatan ke Bandung.

Termasuk yang dari Kabupaten Nabire dan Puncaak Jaya, penggiat dan ofsialnya 3 hari sebelum berangkat mereka sudah ada di Wisma Atlit di Mimika. Biaya konsumsi mereka akan ditanggung Kormi Provinsi Papua Tengah.

Mengenai proposal yang disebarkan ke sejumlah pihak kata dia hingga hari ini belum ada respon dan wartawan bisa tanyakan ke Pak Sekum Kormi.

Sekretaris Umum Kormi Provinsi Papua Tengah, Habel Taime,SE MM mengatakan persiapan keberangkatan tim Fornas Provinsi Papua Tengah ke Bandung sudah 90 persen baik di tingkat Kormi maupun Komisi dan Inorga. Inorga dipersilahkan berkoordinasi rutin dengan Inorga Pusat dan panitia pelaksana mengenai semua hal berkaitan dengan pertandingan, kesiapan penggiat, syarat-syarat administrasi dan lain-lain.

” hari-hari ini harus koordinasi rutin supaya tahu betul informasinya dan selanjutnya Inorga sampaikan ke kami perkembangannya,” kata Habel.

Habel mengakui ada Inorga di tingkat pusat yang tidak siap sehingga Inorga di daerah yang sudah siapkan penggiat akhirnya tidak jadi berangkat. Kalau pusat tidak siap berarti tidak ada pertandingan bagaimana Inorga dan Kormi Papua Tengah mau berangkatkan penggiat. Ini soal biaya yang mahal jadi Kormi harus selektif dalam menentukan Inorga. Inorga yang berangkat yang benar siap dan akan bertanding. Penggiat yang bertanding juga harus tampil terbaik dan harus punya indeks.

Indeks kata Habel bagi yang berprestasi pasti dapat reward dari Kormi buat Inorga. Reward bagi pemggiat yang dapat medali doean reward itu akan diberikan melalui Inorga yang bisa saja dalam bentuk dana pembinaan.

Soal dana jelas dia untuk menyukseskan Fornas VII Bandung ini pemerintah mengucurkan dana sebesar Rp 800 juta. Jika dilihat dengan tim yang berangkat 100 lebih orang, baik itu Inorguda, penggiat, ofisial, dan pengurus Kormi butuh biaya sangat besar. Maka itu Kormi sudah menyebarkan proposal ke berbagai pihak seperti PT Freeport Indonesia, dan beberapa perusahaan di Timika.

“Saya dan teman-teman akan pergi konfirmasi jawaban perusahaan dimaksud soal dukungan mereka dalam menyukseskan Fornas ini,” kata Habel.

Dalam beberapa minggu menjelang keberangkatan ini pihakya akan mengadakan pertemuan rutin untuk mengecek kesiapan semua, baik pencairan dana, kesiapan Inorga dan penggiat, tiket, seragam, hotel, transportasi dan lain-lain. Pelepasan akan berlangsung pada penghujung bulan Juni yang menurut rencana Ibu Gubernur Papua Tengah yang melepas tim Fornas Provinsi Papua Tengah. ( mar)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *