Berita  

Polisi Diminta Tertibkan Judi Togel Dan King

Anggota DPRD Kab.Mimika Amandus Gwijangge

Timika, Mimbarpapua.com-Merebaknya praktek perjudian di Kota Timika, Ibukota Kabupaten Mimika terbukti bahwa kepolisian diam saja serta tidak berdaya dihadapan cukong-cukong perjudian. Untuk itu DPRD Mimika mengangkat suara dengan meminta Kapolres Mimika bertindak tegas dan jangan lembek dengan pemilik perjudian toto gelap (togel), dan king.

Suara legislatif ini disampaikan politisi Partai PKB, Amandus Gwijangge kepada wartawan di Kantor DPRD, beberapa waktu lalu Amandus menuturkan judi selain di larang agama, juga dilarang oleh pemerintah pusat. Katanya, beberapa waktu lalu Kapolri dalam sebuah acara bersama perwira tinggi, para kapolda mengarahkan perbaikan kinerja Polri. Kapolri juga menyinggung soal perjudian, narkoba harus diberantas, dan jika ada perwira tinggi di Mabes Polri, kapolda, kapolres, kapolsek dan angota polisi yang terlibat membekingi perjudian akan diberikan tindakan tegas.

Judi togel kata Amandus yang dalam dua atau tiga bulan belakangan ini kembali beroperasi Timika dapat berdampak buruk buat masyarakat. Masyarakat bisa jadi miskin karena judi. Judi tidak membuat orang jadi kaya, melainkan jadi tambah miskin bahkan sengsara. Untuk itu dia meminta kapolres Mimika segera bertindak dan berantas semua jenis perjudian di Timika.

Selain itu bagi masyarakat Amandus berharap agar tidak terlibat dalam semua jenis perjudian. Judi berbahaya bagi diri sendiri dan keluarga. Orang berjudi tidak akan berubah lebih baik malahan tambah sengsara. Judi membuat uang habis, jalan pintas orang berutang yang membuat hidup keluarga meràna dan sengsara.

” saya harap apa yang saya sampaikan ini Kapolres dengar, Kapolda dengar, Kapolri dengar. Timika bukan Las Vegas, bukan lokasi perjudian kasino Singapura dan bukan juga kota bebas sehingga perjudian dilegalkan. Pak Kapolri kami harapkan segera tutup semua perjudian di Timika,” terang dia.

Terpisah anggota DPRD dari Partai Perindo, Aloisius Paerong menyoroti tentang mental dan kebiasaan masyarakat. Jika mental warga terbina secara baik di keluarga pasti mereka tidak tergiur dengan perjudian dan permainan apapun yang dibayar dengan uang.

Untuk berantas judi kata Aloisius menjadi tugas masyarakat Mimika secara umum dan bukan hanya tugas pihak keamanan. Warga tahu bahwa judi tidak baik maka harus hindari agar tidak terjerat dan jauhi perjudian yang menyebabkan berhutang dan menyengsarakan keluarga. (Redaksi)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *